NF-SUBNETTING IPV6 SESUAI RFC
Subnetting IPV6 Sesuai RFC
oleh : Aushaf Zahran Wi'am (Promaker 41)
1.subnetting
Menurut Meilina Eka Ayuningtyas. 2023. Sub-jaringan, atau subnetting adalah pembagian dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting. Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka. Hal ini menyebabkan pembagian logis dari alamat IP ke dua bidang, jaringan atau routing prefix dan sisa field atau pengenal host. Field sisanya adalah pengidentifikasi untuk host tertentu atau antarmuka jaringan.
Menurut Faiz. 2023. Subnetting adalah konsep yang menjadi kunci dalam manajemen jaringan komputer yang efisien. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam untuk memahami definisi subnetting, proses implementasinya, dan peran penting yang dimainkannya dalam desain dan pengelolaan jaringan.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan Subnetting adalah proses penting dalam manajemen jaringan komputer yang memungkinkan pembagian jaringan besar menjadi beberapa sub-jaringan yang lebih kecil. Hal ini meningkatkan efisiensi penggunaan alamat IP, mengurangi lalu lintas jaringan, meningkatkan keamanan, dan mempermudah pengelolaan jaringan. Dengan memahami mekanisme dan proses subnetting, administrator jaringan dapat mengelola jaringan yang lebih besar dengan lebih efektif dan meningkatkan kinerja serta keamanan jaringan secara keseluruhan.
2.IPV6
Menurut Hassan Rizky sailehllah. 2024. IPv6 adalah versi terbaru dari protokol Internet Protocol (IP) yang digunakan untuk mengirimkan data di jaringan komputer. IPv6 dirancang sebagai pengganti Teknologi IPv4, yang telah menjadi standar dominan sejak awal pengembangan internet. Lalu Mengapa IPv6 menggantikan IPv4 ? IPv6 memiliki alamat IP yang lebih panjang dan menyediakan ruang alamat yang jauh lebih besar dibandingkan dengan IPv4. Salah satu perbedaan utama antara IPv6 dan IPv4 adalah panjang alamat IP. IPv4 menggunakan alamat 32-bit yang terdiri dari empat blok bilangan desimal terpisah oleh titik (misalnya, 192.168.0.1), sementara IPv6 menggunakan alamat 128-bit yang terdiri dari delapan blok bilangan heksadesimal terpisah oleh titik dua (misalnya, 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334). Dengan menggunakan alamat IP yang lebih panjang, IPv6 dapat mendukung jumlah alamat yang sangat besar, yang diperlukan mengingat pertumbuhan pesat perangkat yang terhubung ke internet.
Menurut Technology. 2022. IPv6 adalah Internet Protocol version 6, yaitu sebuah fitur komunikasi yang menyediakan fasilitas pelayanan berupa alamat di jaringan komputer dan layanan sistem identifikasi, serta menyediakan petunjuk arah untuk lalu lintas lewat internet. Singkatnya, IPv6 adalah sebuah protokol internet dengan versi terbaru yang telah dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan IPv6 adalah evolusi yang diperlukan dari protokol Internet Protocol untuk mengatasi keterbatasan yang ada pada IPv4, terutama dalam hal ruang alamat. Dengan fitur-fitur seperti ruang alamat yang jauh lebih besar, header yang disederhanakan, autokonfigurasi alamat, dukungan mobilitas, keamanan yang lebih baik, dan struktur alamat yang lebih hierarkis, IPv6 siap mendukung pertumbuhan dan kompleksitas jaringan internet di masa depan.
3.Cara menghitung Subnetting Pada IPV6
Saya rasa kita punya masalah yang sama kalau berurusan sama IPv6, bilangan hex. Kita, atau paling tidak saya terbiasa pakai desimal, heksadesimal kelihatannya asing dan sulit.
Tapi sesuai judulnya, subnetting IPv6 bisa lebih mudah dari IPv4. Bagaimana bisa?
Karena penulisannya pakai hex, itu yang bikin gampang. Iya, jadi hex itu malah mempermudah, karena subnetting itu tidak lepas dari bit bilangan biner, sedangkan satu karakter heksadesimal sama dengan 4 bit biner.
Saya ulangi lagi, Satu karakter heksadesimal sama dengan 4 bit biner
Contoh biner 11111111 kalau di desimal ditulis 255 tapi di hex ditulis ff atau 0xff
Dengan gambar mungkin anda bisa lebih memahaminya.
Kita pakai prefix 2002:db8:abcd:dead::/64 di contoh ini. Prefix ini, 2001:db8::/32 memang dikhususkan untuk dokumentasi, tutorial, dsb. [3]
Keterangan gambar di bawah:
- Notasi Hex IPv6: Ini prefix IPv6 yang kita pakai untuk contoh.
- Nomor Hex: Nomor kolom karakter heksadesimal.
- Jumlah bit: Panjang bit di kolom hex ke sekian. Misal hex 2001, karena 2001 ada 4 kolom, panjang bit nya adalah 16, di notasi biner ditulis seperti ini 0010 0000 0000 0001. Paham? Jadi hex ke biner nya seperti ini 2=0010, 0=0000, 0=0000, 1=0001, satu hex sama dengan 4 bit biner.
Kalau sudah bisa dipahami, kita ambil contoh.
Network 2001:db8::/32, bagi ke jaringan kecil /34.
Dari sini ada beberapa istilah di bawah:
- Network: di contoh ini 2001:db8::/32 Ini network besarnya, artinya /32, bit dari 33 sampai 128 punya kita dan bisa diatur semau kita, sedangkan bit 1 sampai bit 32 bukan punya kita dan tidak bisa kita rubah.
- Sub network atau subnet: subnet ini cabang dari network. Di contoh ini /34
Lebih jelasnya seperti gambar di bawah:
- Kelipatan subnet (z). z ini dipakai untuk menghitung subnet selanjutnya. Di contoh, /32 dibagi ke /34 dan hasilnya ada 4 subnet /34. Jadi untuk mengetahui subnet /34 pertama, /34 ke dua, ke tiga, dan ke empat, caranya nomor kolom (x) ditambah kelipatan subnet (z) sama dengan subnet berikutnya.
- x nomor kolom. /34 ada di kolom 9.
- y atau jumlah subnet = 4. 2 ^ 34-32 = 2 ^ 2 = 4.
- z kelipatan. /34 ada di nomor bit ke 2, jadi z = 4.
Contoh 1.
- x nomor kolom. /36 ada di kolom 9.
- y atau jumlah subnet = 16. 2 ^ 36-32 = 2 ^ 4 = 16.
- z kelipatan. /36 ada di nomor bit ke 4, jadi z = 1.
- Jadi, tambahkan nomor kolom x dengan kelipatan z sampai jumlah subnet y sama dengan 16.
Contoh 2.
- x nomor kolom. /36 ada di kolom 9.
- y atau jumlah subnet = 4. 2 ^ 36-34 = 2 ^ 2 = 4.
- z kelipatan. /36 ada di nomor bit ke 4, jadi z = 1.
Contoh 3.
Contoh terakhir, contoh ke 4.
DAFTAR PUSTAKA
Ayuningtyas,Meilina Eka. 2023. Subnetting : Kenali Pengertian, Mekanisme serta Fungsinya. https://it.telkomuniversity.ac.id/subnetting-kenali-pengertian-mekanisme-serta-fungsinya/. Diakses pada 4 Agustus pukul 09:29 WIB
Faiz. 2023. Subnetting: Menyelami Definisi, Proses, dan Peranannya. https://dte.telkomuniversity.ac.id/subnetting-menyelami-definisi-proses-dan-peranannya/. Diakses pada 3 Agustus pukul 09:20 WIB
sailehllah,Hassan Rizky. 2024. Teknologi IPv6 dan Fungsinya dalam Jaringan Komputer. https://it.telkomuniversity.ac.id/ipv6-adalah/. Diakses pada 4 Agustus pukul 09:30 WIB
Technology. 2022. Apa itu IPv6? Contoh dan Perbedaanya dari IPv4. https://www.jagoanhosting.com/blog/ipv6-adalah/. Diakses pada 4 Agustus pukul 09:34 WIB
Setiawan,Dhani. 2017. Subnetting IPv6 bisa semudah IPv4, bahkan lebih mudah. https://devnull.web.id/networking/subnetting-ipv6-mudah.html. Diakses pada 4 Agustus pukul 09:51 WIB



.png)
Komentar
Posting Komentar