NF-SUBNETTING IPV4 METODE CLASSELESS INTER-DOMAIN ROUTING (CIDR) SESUAI RFC
Subnetting IPV4 Metode Classless Inter-Domain Routing (CIDR) Sesuai RFC
oleh : Aushaf Zahran Wi'am (Promaker 41)
1.Subnetting
Menurut Meilina Eka Ayuningtyas. 2023. Sub-jaringan, atau subnetting adalah pembagian dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting. Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka. Hal ini menyebabkan pembagian logis dari alamat IP ke dua bidang, jaringan atau routing prefix dan sisa field atau pengenal host. Field sisanya adalah pengidentifikasi untuk host tertentu atau antarmuka jaringan.
Menurut Minet. 2024. Sub jaringan atau Subnetting ini adalah pembagian jaringan komputer atau IP Address menjadi 2 atau lebih jaringan. Semua komputer yang masuk dalam satu jaringan akan mendapatkan IP Address sebagai alamat mereka dalam proses transfer data nantinya. Bisa diartikan Subnetting adalah upaya memecah jaringan dengan host yang banyak menjadi lebih sedikit untuk efisiensi dan transfer data lebih maksimal. Teknik ini merupakan teknik yang sangat sulit, akan tetapi jauh lebih memudahkan dalam pengelolaan jaringan komputer yang skalanya besar. Jadi teknik sub jaringan ini akan membantu kerja dari administrator dari suatu network dan juga meningkatkan performa dari jaringan tersebut. Perencanaan sub jaringan itu memang sulit, sehingga kalian itu harus memahami apa itu subnetting mulai dari mekanisme sampai dengan proses yang harus dilalui.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan Subnetting adalah teknik membagi jaringan besar menjadi subnet-subnet yang lebih kecil untuk efisiensi penggunaan alamat IP, mengurangi lalu lintas jaringan, meningkatkan keamanan, dan mempermudah pengelolaan jaringan. Dengan memahami mekanisme dan proses subnetting, administrator jaringan dapat mengelola jaringan yang lebih besar dengan lebih efektif dan meningkatkan kinerja serta keamanan jaringan secara keseluruhan.
2.IPV4
Menurut Hassan Rizky Putra S. 2024. IPv4 (Internet Protocol version 4) adalah versi keempat dari protokol Internet (IP) yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengirimkan paket data melalui jaringan komputer. metode internetworking berbasis standar di Internet dan jaringan packet-switched lainnya. IPv4 merupakan versi pertama teknologi yang diproduksi oleh ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) yaitu sebuah jaringan komputer yang dibuat oleh ARPA (Advanced Research Project Agency), Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Menurut Faradilla A. 2024. Internet Protocol version 4 atau IPv4 adalah versi pertama IP address yang paling banyak digunakan. Versi ini mengutamakan alur pengiriman data yang paling memungkinkan, tapi tidak menjamin kualitas pengiriman data atau layanan. Artinya, pengguna mungkin menjumpai lagging dan masalah lain yang mungkin terjadi karena naik turunnya beban traffic internet pada saat ini. IPv4 juga merupakan protokol tanpa koneksi, yang berarti pengiriman paket data akan tetap dilakukan tanpa harus memastikan apakah perangkat yang dituju sudah siap. Keunggulan IPv4 adalah protokol ini bisa mengirimkan paket melalui jalur alternatif apabila koneksi sedang terhambat atau router mengalami masalah. Versi IP ini menggunakan alamat 32-bit, yaitu format yang paling umum untuk IP address saat ini. Alamat IPv4 terdiri dari empat angka desimal, dipisahkan oleh tiga titik, mulai dari 0 hingga 255.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan IPv4 adalah versi keempat dari protokol Internet yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengirimkan paket data melalui jaringan komputer. Dengan alamat 32-bit, protokol tanpa koneksi, dan kemampuan routing alternatif, IPv4 telah menjadi standar utama untuk komunikasi internet selama beberapa dekade. Namun, ruang alamat yang terbatas dan tidak adanya jaminan kualitas layanan membuat IPv4 memiliki beberapa kekurangan yang telah mendorong pengembangan IPv6 sebagai penggantinya.
3.Cara Menghitung Subnetting Metode CIDR(Classless Inter Domain Routing)
CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A,kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.
Subnetmask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting pun berbeda-beda mengikuti kelas-kelasnya yaitu :
- kelas C : /25 sampai /30 (dengan penghitungan pada octet ke 4)
- kelas B : /17 sampai /30 (dengan peghitungan pada octet ke 3 dan 4)
- kelas A : /8 sampai /30 (dengan peghitungan pada octet ke 2, 3, dan 4)
Konsep yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Tabelnya digambarkan sebagai berikut :
A. Menghitung Subnet Kelas C
Pada kelas C penghitungan yang digunakan adalah pada octet ke 4.
Misal diketahui suatu IP 192.168.1.0/26. Berarti subnetmasknya /26 yaitu 255.255.255.192, jika diubah ke dalam bilangan biner menjadi 11111111.11111111.11111111.11000000.
- Jumlah Subnet = 2x (dimana x adalah banyaknya bineri 1 pada octet terakhir (yang bergaris bawah) untuk kelas C). Jadi Jumlah Subnetnya adalah 22 = 4 subnet.
- Jumlah Host per Subnet = 2y – 2 (dimana y adalah banyaknya bineri 0 pada octet terakhir untuk kelas C). Jadi Jumlah Host per Subnetnya adalah 26 – 2 = 62 host
- Blok Subnet = 256 – nilai octet terakhir subnetmask. Jadi Blok Subnetnya adalah 256 – 192 = 64. Untuk subnet berikutnya ditambahkan hasil dari blok subnet tersebut. Jadi Blok Subnet seluruhnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Kita buat tabelnya seperti berikut dengan catatan :
–Subnet : sesuai pada blok subnet.
–Host Pertama : 1 angka setelah subnet.
–Broadcast : 1 angka sebelum subnet berikutnya.
–Host terakhir : 1 angka sebelum broadcast.
Subnet : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.62
Broadcast : 192.168.1.63
Subnet : 192.168.1.64
Host Pertama : 192.168.1.65
Host Terakhir : 192.168.1.126
Broadcast : 192.168.1.127
Subnet : 192.168.1.128
Host Pertama : 192.168.1.129
Host Terakhir : 192.168.1.190
Broadcast : 192.168.1.191
Subnet : 192.168.1.192
Host Pertama : 192.168.1.193
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast : 192.168.1.255
B. Menghitung Subnet Kelas B
Untuk kelas B ada 2 teknik yang digunakan dalam perhitungan. Untuk subnetmask /17 sampai /24, perhitungannya sama persis dengan kelas C, tetapi pada kelas B terletak pada octet ke 3 saja yang digunakan. Sedangkan untuk subnetmask /25 sampai /30 perhitungannya yaitu pada octet ke 3 dan 4.
Misal diketahui suatu IP 172.16.0.0/25. Berarti subnetmasknya /25 yaitu 255.255.255.128, jika diubah ke dalam bilangan biner menjadi 11111111.11111111.11111111.10000000.
- Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
- Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi Blok Subnet seluruhnya adalah (0, 128)
- Tabelnya menjadi :
Subnet : 172.16.0.0
Host Pertama : 172.16.0.1
Host Terakhir : 172.16.0.126
Broadcast : 172.16.0.127
Subnet : 172.16.0.128
Host Pertama : 172.16.0.129
Host Terakhir : 172.16.0.254
Broadcast : 172.16.0.255
Subnet : 172.16.1.0
Host Pertama : 172.16.1.1
Host Terakhir : 172.16.1.126
Broadcast : 172.16.1.127
Subnet : 172.16.255.128
Host Pertama : 172.16.255.129
Host Terakhir : 172.16.255.254
Broadcast : 172.16.255.255
C. Menghitung Subnet Kelas A
Pada kelas A perhitungan dilakukan pada octet ke 2, 3 dan 4.
Misal diketahui suatu IP 10.0.0.0/16. Berarti subnetmasknya /16 yaitu 255.255.0.0, jika diubah ke dalam bilangan biner menjadi 11111111.11111111.00000000.00000000.
- Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
- Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi Blok Subnet seluruhnya : 0,1,2,3,4, dst.
- Tabelnya menjadi :
Subnet : 10.0.0.0
Host Pertama : 10.0.0.1
Host Terakhir : 10.0.255.254
Broadcast : 10.0.255.255
Subnet : 10.1.0.0
Host Pertama : 10.1.0.1
Host Terakhir : 10.1.255.254
Broadcast : 10.1.255.255
Subnet : 10.254.0.0
Host Pertama : 10.254.0.1
Host Terakhir : 10.254.255.254
Broadcast : 10.254.255.255
Subnet : 10.255.0.0
Host Pertama : 10.255.0.1
Host Terakhir : 10.255.255.254
Broadcast : 10.255.255.255

.png)
Komentar
Posting Komentar