C-Static Routing

Static Routing

Oleh : Aushaf Zahran Wi'am(Promaker 41)

-Static Routing


Menurut Ramadhan Yoga. 2016. Static Routing adalah routing yang dilakukan secara manual. Setiap jaringan yang akan dirouting harus dikonfigurasi satu persatu oleh administrator jaringan.

Menurut Amelia Shinta. 2022. Routing merupakan hal yang sangat vital dalam dunia jaringan. Seperti yang sudah disebutkan di atas, routing adalah proses meneruskan paket-paket data dari satu jaringan ke yang lainnya.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan Static Routing adalah metode routing di mana rute-rute dalam jaringan ditentukan secara manual oleh administrator.

Konfigurasi


Langkah pertama, buat topologi seperti gambar diatas.
Setelah membuat Topologi, terlebih dahulu tambahkan port serial pada setiap router yang digunakan, di router1 di tambahkan 2 port serial.

Gambar diatas adalah tabel IP dan Netmask yang akan digunakan.

Pertama tama, konfigurasi IP address pada Router 1 dengan cara sebagai berikut:

  1. Masuk ke Router 1 lalu pilih bagian CLI.
  2. Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  3. Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  4. Ketik perintah "interface serial0/1/0" (int se0/1/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  5. Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  6. Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  7. Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  8. Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  9. Ketik perintah "IP address 192.168.3.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  10. Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  11. Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.

Lakukan konfigurasi IP pada Router 2. caranya hampir sama dengan konfigurasi pada Router 1 hanya saja berbada IP dan jumlah port yang sigunakan.
  1. Masuk ke Router1 lalu pilih bagian CLI.
  2. Ketik perintah "enable" (en)
  3. Ketik perintah "configure terminal" (conf t)
  4. Ketik perintah "interface serial0/1/0" (int se0/1/0).
  5. Ketik perintah "IP address 192.168.1.2 255.255.255.0"
  6. Ketik perintah "no shut" 
  7. Ketik perintah "exit" (ex)
  8. Konfigurasi port yang terhubung pada Router1, Ketik perintah "interface serial0/1/1" (int se0/1/0).
  9. Ketik perintah "IP address 192.168.2.1 255.255.255.0"
  10. Ketik perintah "no shut" 
  11. Ketik perintah "exit" (ex)
  12. Konfigurasi port yang terhubung pada switch, Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0)
  13. Ketik perintah "IP address 192.168.4.1 255.255.255.0"
  14. Ketik perintah "no shut"
  15. Ketik perintah "exit" (ex)
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas
Untuk mengkonfigurasi Router 3 perintah yang digunakan sama persis dengan Router 1 bahkan Port yang digunakan juga sama, hanya saja IP yang digunakan berbeda.

  1. Ketik perintah "enable" (en)
  2. Ketik perintah "configure terminal" (conf t)
  3. Ketik perintah "interface serial0/1/0" (int se0/1/0).
  4. Ketik perintah "IP address 192.168.2.2 255.255.255.0"
  5. Ketik perintah "no shut" 
  6. Ketik perintah "exit" (ex)
  7. Konfigurasi port yang terhubung pada switch, Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0)
  8. Ketik perintah "IP address 192.168.5.1 255.255.255.0"
  9. Ketik perintah "no shut"
  10. Ketik perintah "exit" (ex)
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas

Setelah konfigurasi IP selesai, selanjutnya konfigurasi IP route pada setiap router agar semua router dapat terhubung. Berikut caranya:
  1. Ketik perintah "enable" (en)
  2. Ketik perintah "configure terminal" (conf t)
  3. Ketik perintah "IP route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.1.2 untuk menghubungkan IP tersebut yang dapat terhubung lewat  port se0/1/0
  4. Ketik perintah "IP route 192.168.4.0 255.255.255.0 192.168.1.2 
  5. Ketik perintah "IP route 192.168.5.0 255.255.255.0 192.168.1.2 
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas
Lakukan konfigurasi IP route pada Router 2 seperti pada gambar diatas.
  1. Ketik perintah "IP route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.1.1 
  2. Ketik perintah "IP route 192.168.5.0 255.255.255.0 192.168.2.2 
Lakukan konfigurasi IP route pada Router 3 seperti pada gambar diatas.
  1. Ketik perintah "IP route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.2.1 
  2. Ketik perintah "IP route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.2.1 
  3. Ketik perintah "IP route 192.168.4.0 255.255.255.0 192.168.2.1 
Lakukan konfigurasi IP pada semua PC sesuai tabel yang ada diatas.

Pengujian 

Untuk menguji apakah client sudah terhubung semua bisa dilakukan dengan cara melakukan ping, masuk ke Salah satu Client (PC) dan pilih desktop lalu masuk ke bagian Command prompt. Lakukan ping pada client (PC) lain dengan cara seperti pada gambar dibawah.


1.Client 1


2.Client 2



3.Client 3



4.Client 4



5.Client 5




Pengujian menggunakan perintah tracert :

1.Client 1

2.Client 2


3.Client 3


4.Client 4


5.Client 5





DAFTAR PUSTAKA



Yoga, Ramadhan. 2016. Pengertian Routing, Static Routing, dan Dynamic Routing. https://www.diaryconfig.com/2016/01/pengertian-routing.html. Diakses pada 11 Agustus pukul 16.11 WIB 

Shinta, Amelia. 2022. Perbedaan Routing Statis dan Dinamis: Panduan Lengkap. https://www.dewaweb.com/blog/perbedaan-routing-statis-dan-dinamis/. Diakses pada 11 Agustus pukul 16.15 WIB 

#atswa #atswaindonesia #promaker #promakeratswa #promaker41 #staticrouting

Komentar

Postingan Populer