C - Dinamic Routing (Default Route, RIPv2, EIGRP, OSPF, BGP)
Dinamic Routing (Default Route, RIPv2, EIGRP, OSPF, BGP)
Oleh : Aushaf Zahran Wi'am (Promaker 41)
-Dinamic Routing
menurut Achmad Farid. 2022. Routing dinamis adalah jenis router yang secara otomatis dapat menghasilkan tabel routing berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung.
Menurut Hermawan Kharisma Yuga. 2023. dynamic Routing adalah routing yang di lakukan oleh router dengan cara membuat jalur komunikasi data secara otomatis sesuai dengan pengaturan yang di buat.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan Dynamic Routing adalah metode routing di mana router secara otomatis membuat dan memperbarui jalur komunikasi data berdasarkan kondisi jaringan yang terus berubah.
kelebihan
- Cocok untuk area besar/luas
- Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya
- Bila terjadi penambahan suatu jaringan baru tidak perlu semua router dikonfigurasi, hanya router yang terkait saja
- Router secara otomatis berbagi informasi
- Tabel routing dibuat secara dinamis
- Tidak perlu mengetahui semua alamat jaringan yang ada
- Administrator tidak ikut campur tangan
kekurangan
- Beban kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbarui IP Table pada setiap waktu tertentu
- Kecepatan pengenalan dan kelengkapan IP Table terbilang lama karena router membroadcast ke semua router lainnya sampai ada yang cocok sehingga setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat menunggu agar setiap router mendapat semua alamat IP yang ada.
-IGP
Menurut Muhammad Sabiq Al Hadi. 2024. IGP sendiri merupakan protocol yang terdapat dalam jenis Routing Dynamic yang mana digunakan dalam 1 Autonomous System, untuk penggunaannya seperti pada jaringan internal perusahaan atau service provider.
Menurut Margareth Rouse-nya. 2012. Interior Gateway Protocol (IGP) adalah protokol routing kelas dinamis yang digunakan oleh router sistem otonom yang berjalan pada host TCP/IP.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan Interior Gateway Protocol (IGP) adalah protokol routing dinamis yang digunakan di dalam satu Autonomous System (AS), seperti jaringan internal perusahaan atau penyedia layanan.
-EGP
Menurut Muhammad Sabiq Al Hadi. 2024. EGP ini merupakan sebuah protocol dalam routing dynamic yang digunakan untuk routing antar Autonomous System (Inter AS), untuk penggunaanya seperti routing antar AS dan satu-satunya routing protocol yang termasuk dalam EGP yaitu routing BGP.
Menurut Margareth Rouse-nya. 2018. Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah protokol routing usang yang digunakan untuk pertukaran data antara host gateway yang berdekatan dalam sistem otonom. EGP sering digunakan oleh lembaga penelitian, universitas, lembaga pemerintah, dan organisasi swasta, tetapi digantikan oleh Border Gateway Protocol (BGP).
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan Exterior Gateway Protocol (EGP) awalnya adalah protokol yang digunakan untuk routing antar-AS, tetapi telah digantikan oleh Border Gateway Protocol (BGP), yang saat ini merupakan satu-satunya protokol yang termasuk dalam EGP.
1.Default Route
Menurut Mochammad Gilang. 2018. Default Route merupakan rute/jalur yang dikonfigurasikan ketika destinasi suatu network tidak diketahui. Default route ini menggunakan network 0.0.0.0 sebagai destinasinya. Network 0.0.0.0 itu bisa mencakup semua network yang memang benar-benar tidak ada di table routing
Menurut Lintasarta Cloudeka. 2023. Default routing adalah jenis routing yang hanya menggunakan single router atau satu router saja, yang mana metode routing-nya hanya akan menggunakan konfigurasi untuk mengirim seluruh paket data ke satu router saja.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan Default Route atau Default Routing adalah metode routing yang mengarahkan lalu lintas yang tidak memiliki rute spesifik dalam tabel routing ke satu router atau gateway yang ditentukan.
Konfigurasi
- Masuk ke Router 1 lalu pilih bagian CLI.
- Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
- Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
- Ketik perintah "interface fastethernet0/0" (int fa0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
- Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
- Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
- Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
- Ketik perintah "interface fastethernet0/0" (int fa0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
- Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
- Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
- Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
- Masuk ke Router 1 lalu pilih bagian CLI.
- Ketik perintah "enable" (en).
- Ketik perintah "configure terminal" (conf t).
- Ketik perintah"IP route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.2.2" ini memiliki arti destinasi manapun menggunakan gateway 192.168.2.2
- Masuk ke Router 1 lalu pilih bagian CLI.
- Ketik perintah "enable" (en).
- Ketik perintah "configure terminal" (conf t).
- Ketik perintah"IP route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.2.5" ini memiliki arti destinasi manapun menggunakan gateway 192.168.2.5
Pengujian
2.RIPv2
Menurut Muhammad Idhom .2020. RIPv2 merupakan protokol routing yang dikonfigurasikan ke dalam protokol routing dinamis. RIP (Routing Information Protocol) versi 2 adalah protokol routing distance vector yang menentukan metrik berdasarkan jumlah gangguan (hop count) untuk pemilihan jalur.
Menurut Maestro Marcellino. 2020. RIPv2 merupakan routing protocol jenis classless, akan mengirim tabel routingnya secara multicast dan memiliki fitur authentication. Secara umum RIPv2 tidak jauh berbeda dengan RIPv1. Perbedaan yang ada terlihat pada informasi yang ditukarkan antar router.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan RIPv2 adalah protokol routing dinamis yang merupakan evolusi dari RIPv1 dengan beberapa peningkatan signifikan. RIPv2 mendukung classless routing, menggunakan multicast untuk pengiriman tabel routing, dan memiliki fitur otentikasi untuk keamanan yang lebih baik.
Kelebihan :
- Menggunakan metode Triggered Update.
- RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
- Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
- Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
Kekurangan :
- Jumlah host Terbatas
- RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
- RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
- Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
- Hop CountRIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum tentu hop count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus, dan bisasaja RIP memilih jalur jaringan yang lambat.
- Hop Count Limit RIP tidak dapat mengatur hop lebih dari 15. Hal ini digunakan untuk mencegah loop pada jaringan.
- Classful Routing Only RIP menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ). RIP tidak dapat mengatur classless routing.
- Ketik perintah "enable" (disingkat en)
- Ketik perintah "configure terminal" (conf t)
- Ketik perintah "interface serial0/1/0" (int se0/1/0) untuk masuk pada interface tersebut
- Ketik perintah "IP address 192.168.10.1 255.255.255.0"
- Ketik perintah "no shut" untuk
- Ketik perintah "exit" (ex)
- Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0)
- Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.0"
- Ketik perintah "no shut" untuk
- Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
- Masuk ke Router 1 lalu pilih bagian CLI.
- Ketik perintah "enable" (en).
- Ketik perintah "configure terminal" (conf t).
- Ketik perintah "router rip"
- Ketik perintah "version 2"
- Ketik perintah"network 192.168.1.0"
- Ketik perintah"network 192.168.10.0"
Pengujian (dengan cara ping)
Pengujian
3.EIGRP
Menurut Ihsan. 2019. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) merupakan hasil pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah routing pengembangan dari CISCO. Pengembangan itu dihasilkan oleh perubahan dan bermacam-macam tuntutan dalam jaringan Skala jaringan yang besar.
Menurut Bangun Hidayat. 2017. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah cisco proprietary routing protocol yang artinya kita harus menggunakan perangkat dari cisco untuk dapat menjalankan protocol routing ini. Namun sejak 2013, beberapa fungsi dari EIGRP sudah menjadi open standard dan kita dapat menggunakan perangkat router selain dari cisco untuk dapat menjalankan routing protocol ini.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan EIGRP adalah protokol routing dinamis yang dikembangkan oleh Cisco sebagai evolusi dari IGRP. Awalnya, EIGRP merupakan protokol proprietary yang hanya dapat digunakan pada perangkat Cisco, tetapi sejak 2013, beberapa fitur EIGRP telah dijadikan open standard, memungkinkan penggunaannya pada perangkat non-Cisco.
Kelebihan :
- Mendukung VLSM dan CIDR.
- Memiliki jangkuan network yang lebih luas dari RIP.
- Hop count maksimal pada EIGRP adalah 224 hop.
- Mampu menonaktifkan auto-summary route.
- Proses convergence yang relatif cepat.
Kekurangan :
- Hanya dapat digunakan pada brand Cisco.
- Melakukan update informasi terus menerus sehingga menghabiskan lebih banyak resource router.
Konfigurasi
- Ketik perintah "enable" (disingkat en)
- Ketik perintah "configure terminal" (conf t)
- Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0)
- Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.0"
- Ketik perintah "no shut" untuk
- Ketik perintah "exit" (ex)
- Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/1)
- Ketik perintah "IP address 192.168.10.1 255.255.255.0"
- Ketik perintah "no shut" untuk
- Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
- Masuk ke Router 1 lalu pilih bagian CLI.
- Ketik perintah "enable" (en).
- Ketik perintah "configure terminal" (conf t).
- Ketik perintah "router EIGRP 11" nomer EIGRP bisa sesuai kebutuhan, asalkan sama dengan router yang ingin di hubungkan.
- Ketik perintah"network 192.168.1.0"
- Ketik perintah"network 192.168.10.0"
- Ketik perintah"no auto-summary"
- Ketik perintah"exit"
- Ketik perintah"exit"
- Ketik perintah "Copy running-config startup-config" pada mode privilage
Pengujian
4.OSPF
Menurut Budiman Hendry Rudolep. 2024. OSPF adalah sebuah routing protocol standar terbuka yang telah diaplikasikan oleh sejumlah vendor jaringan. Jika jaringan yang dikelola adalah jaringan besar, maka OSPF adalah pilihan satu-satunya. OSPF ini adalah sesuatu yang disebut route redistribution, yaitu sebuah layanan penerjemah antar routing protocol.
Menurut Alvana Noor Fariza. 2023. Open Shortest Path First (OSPF) adalah salah satu Interior Gateway Protocol (IGP), yang membantu menemukan jalur perutean terbaik antara router sumber dan tujuan menggunakan algoritma shortest path first (SPF) miliknya sendiri
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan OSPF adalah protokol routing dinamis yang sangat andal untuk digunakan dalam jaringan besar dan kompleks. Sebagai protokol standar terbuka, OSPF dapat digunakan pada perangkat dari berbagai vendor, membuatnya fleksibel dan interoperabel.
Kelebihan :
- Merupakan open standart protocol sehingga bisa digunakan pada vendor yang berbeda.
- OSPF biasanya digunakan pada jaringan berskala besar.
- Mendukung VLSM dan CIDR.
- Tidak mempunyai batasan pada hop count.
- Proses convergence yang relatif cepat.
- OSPF juga mendukung mekanisme autentikasi.
- OSPF hanya melakukan update ketika terjadi perubahan jaringan.
Kekurangan :
- Konsumsi resource pada OSPF relatif besar.
- Membutuhkan perencanaan dalam mendesain dan mengimplementasikannya dalam jaringan.
konfigurasi
Langkah pertama, buat topologi seperti gambar diatas.
Pengujian
5.BGP
Menurut Vinicius Fulber Garcia. 2024. BGP adalah protokol vektor jalur yang menggunakan algoritma jalur terbaik dan dapat bekerja dengan jaringan yang sangat besar untuk menemukan rute yang dioptimalkan berdasarkan sekumpulan besar atribut.
Menurut Ihsan. 2019. Border Gateway Protocol (BGP) merupakan salah satu jenis routing protokol yang digunakan untuk koneksi antar Autonomous System (AS), dan salah satu jenis routing protokol yang banyak digunakan di ISP besar (Telkomsel) ataupun perbankan. BGP termasuk dalam kategori routing protokol jenis Exterior Gateway Protokol (EGP).
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan BGP adalah protokol routing yang sangat penting dalam mengelola rute antar Autonomous System (AS) dalam jaringan besar, seperti internet global.
Kelebihan
- Sangat sederhana dalam instalasi
Kekurangan
- Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi.
Konfigurasi
Langkah pertama, buat topologi seperti gambar diatas.
- Ketik perintah "enable" (disingkat en)
- Ketik perintah "configure terminal" (conf t)
- Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0)
- Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.0"
- Ketik perintah "no shut" untuk
- Ketik perintah "exit" (ex)
- Ketik perintah "interface serial0/1/0" (int se0/1/0)
- Ketik perintah "IP address 192.168.10.1 255.255.255.0"
- Ketik perintah "no shut" untuk
- Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
- Ketik perintah "enable" (disingkat en)
- Ketik perintah "configure terminal" (conf t)
- Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0)
- Ketik perintah "IP address 192.168.2.1 255.255.255.0"
- Ketik perintah "no shut" untuk
- Ketik perintah "exit" (ex)
- Ketik perintah "interface serial0/1/0" (int se0/1/0)
- Ketik perintah "IP address 192.168.10.2 255.255.255.0"
- Ketik perintah "no shut" untuk
- Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
- Ketik perintah "interface serial0/1/1" (int se0/1/1)
- Ketik perintah "IP address 192.168.11.1 255.255.255.0"
- Ketik perintah "no shut" untuk
- Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
- Masuk ke Router 1 lalu pilih bagian CLI.
- Ketik perintah "enable" (en).
- Ketik perintah "configure terminal" (conf t).
- Ketik perintah "router bgp 10"
- Ketik perintah"neighbor 192.168.1.2 remote-as 20"
- Ketik perintah"network 192.168.10.0"
- Ketik perintah"network 192.168.1.0"
Pengujian
Distance Vector
Menurut Muhammad Sabiq Al Hadi. 2024. Distance Vector jadi semua routing protocol yang termasuk kedalam Distance Vector untuk mencapai Destinasinya memilih jalur terbaik berdasarkan jumlah hop paling sedikit, hop sendiri dapat diartikan sebagai loncatan namun jika diartikan melewati jumlah router yang paling sedikit.
Menurut Budiman Hendry Rudolep. 2024. BGP memiliki kemampuan untuk melakukan pengumpulan rute, pertukaran rute dan menentukan rute terbaik menuju ke sebuah lokasi dalam sebuah jaringan. Yang membedakan BGP dengan routing protocol lain adalah BGP termasuk ke dalam kategori routing protocol jenis Exterior Gateway Protocol (EGP). BGP merupakan “distance vector exterior gateway protocol” yang bekerja secara cerdas untuk merawat path-path ke jaringan lainnya.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan Distance Vector adalah pendekatan dalam protokol routing yang memilih jalur terbaik berdasarkan jumlah hop paling sedikit, di mana BGP termasuk sebagai salah satu protokol yang menggunakan pendekatan ini dalam konteks Exterior Gateway Protocol (EGP).
Link State
Menurut Muhammad Sabiq Al Hadi. 2024. Link-state protocol mengetahui topologi jaringan secara keseluruhan dengan mengumpulkan informasi dari setiap router dan mengetahui topologi jaringannya secara lengkap dan detail jadi ketika ada paket yang dikirimkan dia langsung menentukan jalan terbaiknya karena sudah tahu topologi jaringannya ingin dilewatkan kemana dan jalur tercepatnya lewat mana itu sudah ditentukan, namun kekuranganya dia memakan Resource yang cukup besar dibandingkan Distance Vector.
Menurut adjiegeryramadhan. 2024. Link state routing adalah teknik di mana setiap router berbagi pengetahuan tentang lingkungannya dengan setiap router lain di internetwork.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan Link-State Protocol adalah metode routing yang sangat efektif dalam jaringan besar dan kompleks. Dengan memahami secara menyeluruh topologi jaringan, router yang menggunakan Link-State Protocol dapat menentukan jalur terbaik untuk paket data dengan cepat dan efisien.
Path Vector
Menurut Karthik Ramasamy. 2018. Path Vector Protocol merupakan protokol perutean yang melibatkan node yang saling bertukar jarak dan keseluruhan jalur menuju suatu tujuan, membantu mendeteksi putaran dan meningkatkan efisiensi perutean.
Menurut Rick Donato. 2018. Protokol vektor jalur (PV), seperti BGP, digunakan di seluruh domain alias sistem otonom. Dalam protokol vektor jalur, router tidak hanya menerima vektor jarak untuk tujuan tertentu
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar