NF-SISTEM DAN KONVERSI BILANGAN (DESIMAL,BINER,OKTAL,DAN DESIMAL)
sistem dan konversi bilangan (desimal,biner,oktal,dan heksadesimal)
1.SISTEM
Menurut Laudia Tysara 2021 pengertian sistem secara bahasa adalah suatu kesatuan terdiri atas komponen atau elemen yang dibuhungkan bersama untuk memudahkan informasi,materi,atau energi untuk mencapai suatu tujuan.
beberapa pendapat diantaranya yaitu:
Menurut Cambridge Dictonary pengertian sistem adalah cara untuk melalukan sesuatu yang ingin dilakukan.Ini didefinisikan seperti satu set benda atau perangkat terhubung yang beroperasi bersama.Pengertian sistem juga bisa berarti satu set peralatan komputer atau program yang digunakan bersama-sama untuk tujuan tertentu atau sekumpulan organ atau struktur dalam tubuh yang memiliki tujuannya masing masing.
Menurut Meriam-Webster pengertian sistem adalah interaksi secara teratur atau kelompok item yang saling bergantung membentuk satu kesatuan yang utuh.Sistem juga didefinisikan Meriam-Webster sebagai seperangkat.ajaran,gagasan,gagasan,atau asas yang terorganisasi biasanya dimaksudkan untuk menjelaskan pengaturan atau cara kerja dari keseluruhan yang sistematis.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling terhubung untuk mencapai tujuan tertentu.
2.konversi bilangan
Menurut Retia Kartika Dewi,Serafica Gischa 2023.Konversi Bilangan adalah suatu proses mengubah basis bilangan satu ke bentuk basis bilangan lain yang memiliki nilai yang sama.Dalam ilmu komputer ada empat bentuk konversi bilangan,yakni biner,desimal,oktal,dan heksadesimal.
Menurut Bayu Jatmiko 2018.Konversi Bilangan digunakan untuk mengubah suatu bilangan dari suatu sistim bilangan menjadi bilangan dalam sistim bilangan yang lain.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan konversi bilangan adalah proses yang mengubah suatu bilangan dari satu sistem bilangan ke sistem bilangan lainnya dengan hasil atau nilai atau hasil yang sama.
3.jenis-jenis sistem bilangan
a.desimal
Menurut Bayu Jatmiko 2018.Desimal merupakan sebuah sistem bilangan yang berbasissepuluh dan memiliki 10 simbol yang berbeda (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9). Desimal merupakan sistim bilangan yang biasa digunakan manusia dalam kehidupannya sehari-hari.
Menurut bagaskoro 2019.sistem angka desimal hanya memeiliki spuluh digit dari 0-9 dalam sistem angka ini.basis sistem desimal adalah 10 karena hanya memiliki 10 digit dengan 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem bilangan desimal adalah sistem yang berbasis kelipatan 10 dan umunnya sering di gunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
b.biner
Menurut Bagaskoro 2019.Bilangan biner atau binary digit(bit) adalah suatu sistem penulisan angka dengan menggunakan dua lambang adalah 0 dan 1.Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfriend Willhelm Leibinz pada zaman ke-17.Sistem bilangan berbasis digital.Prinsip dari sistem bilangan biner adalah sebagai berikut.
-Hanya memiliki 2 simbol,yaitu 0 dan 1.
-Tidak ada satu simbol yang mewakili bilangan 2.
-2 adalah gabungan 1 dan 0.Sehingga angka 2 bilangan ditulis dalam biner menjadi 10.
-digit pada bilangan biner disebut dengan binary digit yang sering disingkat dengan bit.
Menurut Bayu Jatmiko (2018)Biner merupakan sebuah sistem bilangan yang berbasis dua dan hanya mempunyai 2 buah simbol yaitu 0 dan 1.sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfriend Wilhelm Leibinz pada abad ke-17.sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital.
dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan sistem bilangan biner adalah sistem berbasis 2 yang hanya menggunakan 2 simbol,yaitu 0 dan 1.Ditemukan oleh gottfriend Willhelm Leibinz pada abad ke-17,sistem ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital.Dalam biner,angka 2 ditulis sebagai 10,dan digit biner sering disebut sebagai bit.
c.oktal
Menurut Bagaskoro 2019.Bilangan oktal adalah sebuah sistem bilangan berbasis 8 angka.Simbol yang digunakan pada sistem bilangan ini adalah 0,1,2,3,4,5,6,dan 7.Bilangan biner adalah dasar semua bilangan digital yang dapat terbaca oleh sistem komputer.Meskipun demikian,bilangan oktak tetap diperlukan sebagai alternatif lain.Fungsi bilangan oktal adalah memudahkan programer membuat progran sebelum menerapkannya ke dalam mesin.
menurut Bayu Jatmiko 2018. oktal merupakan sistem bilangan yang berbasis 8 dan memiliki 8 simbol yang berbeda penulisannya (0,1,2,3,4,5,6,7)
dari beberapa pendapat tersebut dapat di simpulkan sistem bilangan oktal adalah sebuah sistem yang berbasis delapan dengan menggunakan simbol 0-7.Meskipun bilangan oktal digunakan sebagai alternatif untuk memudahkan programer dalam membuat dan menerapkan program
b.heksadesimal
Menurut Bagaskoro(2019:60)Bilangan heksadesimal adalah bilangan yang memiliki 16 basis. Simbol-simbol itu mulai dari angka 0 sampai angka 9 kemudian dilanjutkan dengan huruf A sampai huruf F. Bilangan heksadesimal sering digunakan untuk memberi kode warna di dunia komputer.Misalnya warna perak dengan diberikan kode warna #C0C0C0 sedangkan warna violet dengan diberikan kode warna #8F00FF ataupun warna ungu dengan diberikan kode #BF00FF dan warna warna lain diberikan kode kode yang sudah tersedia di google. Format bilangan heksadesimal biasanya digunakan untuk merepresentasikan sebagian besar kode kesalahan dan nilai lain di dalam komputer.Para programmer biasanya sering menggunakan angka heksadesimal. Hal tersebut dikarenakan nilainya lebih pendek daripada jika ditampilkan dalam format desimal dan juga jauh lebih pendek daripada dalam biner yang hanya menggunakan angka 0 dan angka 1.
dari pendapat tersebut dapat disimpulkan sistem bilangan heksadesimal adalah sistem berbasis 16 yang menggunakan simbol 0-9 dan A-F.Heksadesimal sering digunakan di dalam dunia komputer,terutama untuk memberikan kode warna dan mempresentasikan kode kesalahan serta nilai lainnya.programer sering menggunakan karena formatnya lebih ringkas atau simple dibandingkan dengan desimal dan biner.
-konversi bilangan
1.desimal ke biner
cara konversi bilangan desimal ke biner adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 2 dan menyimpan sisa bagi persetiap pembagian terus hingga hasil baginya <2.Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal.Contoh:
125(desimal)=....(biner)
125/2=62 sisa bagi 1
62/2=31 sisa bagi 0
31/2=15 sisa bagi 1
15/2=7 sisa bagi 1
7/2=3 sisa bagi 1
3/2=1 sisa bagi 1
hasil konversi:1111101
Contoh gambar di bawah ini:
sumber : https://shorturl.at/Uo9QW
2.Desimal ke octal
Cara konversi bilangan desimal ke octal adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 8 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 8. Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal.
Contoh gambar di bawah ini:
sumber : https://shorturl.at/8Ots6
3.Desimal ke heksadesimal
Cara konversi bilangan desimal ke heksadesimal adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 16 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 16. Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal. Apabila sisa bagi diatas 9 maka angkanya diubah, untuk nilai 10 angkanya A, nilai 11 angkanya B, nilai 12 angkanya C, nilai 13 angkanya D, nilai 14 angkanya E, nilai 15 angkanya F.
Contoh gambar di bawah ini:
4.Biner ke Desimal
Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 2 (basis biner) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 11001(biner) = (1x20) + (0x21) + (0x22) + (1x2) + (1x22) = 1+0+0+8+16 = 25(desimal).
Contoh gambar di bawah ini:
5.Biner ke Oktal
Konversi bilangan biner ke octal sebaliknya yakni dengan mengelompokkan angka biner menjadi tiga-tiga dimulai dari sebelah kanan kemudian masing-masing kelompok dikonversikan kedalam angka desimal dan hasilnya diurutkan.
Contoh gambar di bawah ini:
6.Biner ke Heksadesimal
Teknik yang sama pada konversi biner ke octal. Hanya saja pengelompokan binernya bukan tiga-tiga sebagaimana pada bilangan octal melainkan harus empat-empat.
Contoh gambar di bawah ini:
7.Heksadesimal ke Desimal
Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 16 (basis hexa) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 79AF(hexa) = (Fx20) + (9x21) + (Ax22) = 15+144+2560+28672 = 31391(desimal).
Contoh gambar di bawah ini:
8.Heksadesimal ke Biner
Sama dengan cara konversi bilanga octal ke biner, bedanya kalau bilangan octal binernya harus 3 buah, bilangan desimal binernya 4 buah. Misal kita konversi 2 hexa menjadi biner hasilnya bukan 10 melainkan 0010.
Contoh gambar di bawah ini:
9.Heksadesimal ke oktal
Begitu juga dengan konversi hexa desimal ke octal yakni dengan mengubah bilangan hexa ke biner kemudian diubah menjadi bilangan octal. Ringkasnya hexa->biner->octal.
Contoh gambar di bawah ini:
.png)
bagus, penjelasannya mudah dipahami
BalasHapusterima kasih
Hapus